Memulai Bisnis : Menjadi Karyawan Dulu atau Langsung Berbisnis?

memulai bisnis, jadi karyawan dulu atau langsung memulai bisnis

Saya masih muda, baru lulus kuliah, dan ingin segera memulai bisnis. Sebaiknya saya menjadi karyawan dulu atau langsung berbisnis sendiri?

Begitulah pertanyaan yang kerap muncul di benak anak muda, khususnya anak muda yang baru lulus dari pendidikan (fresh graduate). Banyak orang yang sejak muda sebenarnya sudah punya cita-cita untuk menjadi seorang pebisnis. Kendati demikian, tak sedikit orang yang masih bingung jalan mana yang harus mereka tempuh. Apakah langsung membuka bisnis atau menjadi karyawan terlebih dahulu.

Pada dasarnya, kedua pilihan di atas (menjadi karyawan dulu ataupun membuka bisnis) punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tidak ada yang benar-benar mutlak di dunia ini, termasuk soal pilihan karir. Nah di artikel ini, kita akan membahas mengenai opsi mana yang harusnya dipilih. Langsung memulai bisnis atau menjadi karyawan terlebih dahulu?

Langsung Memulai Bisnis Ini Kelebihan dan Kekurangannya

Tak ada yang salah dengan langsung memulai bisnis. Hanya saja, setiap potensi tentu mengandung risiko. Bahkan dalam dunia bisnis dan investasi sering terdengar istilah “high risk high return“. Demikian pula dengan langsung membuka bisnis ketika Anda baru lulus kuliah atau selesai menempuh pendidikan. Risikonya besar.

Seperti apa risikonya?

Begini.

Anak muda sering mendapatkan tantangan yang tidak mudah dari lingkungan sekitarnya. Orang tua, keluarga, teman-teman, paman, bibi, semua memberi ekspektasi bahwa anak muda itu harus berhasil. Anak muda harus sukses. Padahal, ilmu yang diketahui anak muda biasanya tidak sebanyak orang-orang senior. Dari segi pengalaman pun, sebagian besar anak muda bisa dibilang kalah jauh dibanding para senior.

Memulai bisnis saat kita baru lulus pendidikan itu tidak mudah. Mengapa? Karena kita dituntut untuk mampu membiayai kehidupan sendiri. Padahal dalam berbisnis, di awal tidaklah mudah. Pendapatan bisa tidak menentu. Belum lagi, adanya potensi rugi.

Selain adanya potensi rugi plus adanya kewajiban membiayai kehidupan sendiri, kekurangan lain dari memulai bisnis sejak lulus adalah kita masih belum tahu caranya dan masih harus menangani segala sesuatu sendiri. Ketika baru memulai bisnis, biasanya kita harus menangangi banyak hal dengan tangan kita sendiri. Menerima pesanan dari customer, membungkus paket produk, mengirimkan barang, memesan dari supplier, hampir semua kita lakukan sendiri.

Karena yang diketahui oleh anak muda sedikit, maka bisa dibilang ilmu dan pengalamannya pun masih minim. Dengan pengalaman yang minim, anak muda dituntut untuk membangun bisnisnya, membesarkan bisnisnya, membuat produknya laris. Tentu ini tidak mudah. Dan untuk mempelajari bagaimana membangun bisnis yang sukses, anak muda perlu waktu dan jatuh bangun.

Pertanyaannya sekarang, siapkah Anda untuk jatuh bangun ketika membangun bisnis?

Siapkah Anda untuk FOKUS, berupaya sekeras mungkin dan berjuang membiayai kehidupan sendiri dengan pendapatan yang belum stabil?

Jika Anda siap maka Anda bisa membulatkan tekad untuk memulai bisnis sendiri sejak lulus pendidikan kuliah ataupun jenjang pendidikan lainnya.

High risk, high return. Dibalik sesuatu yang risikonya besar, biasanya terdapat janji keuntungan yang juga besar. Ketika seorang anak muda sanggup jatuh bangun dalam memulai bisnisnya, lalu perlahan namun pasti bisnisnya tumbuh dengan besar, maka anak muda tadi bisa super sukses.

Kebebasan finansial merupakan salah satu keberhasilan terbesar dalam bisnis.
Kebebasan finansial merupakan salah satu keberhasilan terbesar dalam bisnis.

Karakter pantang menyerah, karakter tekun, dan berbagai karakter pemenang cenderung dimiliki oleh orang yang sukses membangun bisnis. Tak perlu kuatir, memulai bisnis langsung setelah kita lulus memang tidak mudah. Tetapi, dibalik tidak mudahnya hal tersebut selalu tersembunyi potensi sukses yang amat dahsyat.

Kelebihan dan Kekurangan Memulai Bisnis Setelah Menjadi Karyawan

Memulai bisnis setelah kita menjadi seorang karyawan punya kelebihan dan kekurangan. Kelebihannya lebih banyak dibanding kekurangannya.

Berikut kelebihan jika kita memulai bisnis setelah menjadi seorang karyawan.

  • Kita sudah dapat ilmu, pengalaman dan relasi. Seorang karyawan yang bekerja di sebuah perusahaan, biasanya akan mendapatkan banyak training. Nah dari pelatihan-pelatihan, training dan pengalaman bekerja inilah seorang karyawan bisa mendulang banyak ilmu yang bermanfaat untuk pengembangan bisnisnya nanti. Tak hanya dapat ilmu dan pengalaman, bekerja dengan baik di sebuah perusahaan juga akan menjadikan kita punya banyak kenalan, relasi dengan orang-orang senior. Tak bisa dipungkiri, kesuksesan sebuah bisnis juga amat ditentukan dari kualitas relasi yang dimiliki sang pelaku bisnis.
  • Pendapatan lebih stabil dan biasanya kita punya modal yang lebih matang. Ketika menjadi seorang karyawan, kita akan mendapatkan pendapatan yang lebih stabil. Pendapatan yang lebih stabil ini amat penting untuk membiayai biaya hidup kita. Tak hanya mendapatkan pendapatan yang lebih stabil, kita juga akan memiliki modal yang lebih matang. Modal di sini tidak hanya soal uang. Pengalaman, mental, sikap (attitude) profesional seorang karyawan akan sangat membantu untuk pengembangan bisnisnya di masa depan.
  • Seorang karyawan yang baik biasanya memiliki kemampuan kepemimpinan dan organisasi. Kelebihan lain yang kita dapat bila kita memulai dengan menjadi karyawan adalah kita akan mendapatkan pengalaman organisasi. Bekerja dengan baik di sebuah perusahaan akan menjadikan kita kaya pengalaman organisasi, yang mana pengalaman organisasi (manajemen) ini akan sangat bermanfaat untuk bisnis kita nantinya.

Hanya saja, menjadi karyawan sebelum memulai bisnis memiliki beberapa kekurangan. Contoh kekurangannya sebagai berikut.

  • Rentan terjebak di zona nyaman. Menjadi seorang karyawan berarti menjadikan kita mendapatkan pendapatan secara rutin. Pendapatan yang rutin ini kerap menjadi candu. Bayangkan, seorang karyawan akan tetap mendapatkan gaji meski ia sedang cuti. Kendati pun ia sedang sakit, tidak masuk kantor, seorang karyawan juga akan tetap mendapatkan gaji. Hal-hal seperti inilah yang kadang menjadikan seorang karyawan terlalu nyaman sampai terjebak di comfort zone-nya. Jika kita tidak berhati-hati dan membangun kesadaran plus visi jangka panjang, menjadi karyawan bisa menjebak kita dalam zona nyaman.
  • Pendapatan akan dibatasi. Karena pendapatannya berupa gaji maka pendapatan seorang karyawan ada batasnya. Sekeras apapun ia bekerja, sebesar apapun kontribusinya, gaji seorang karyawan masih dibatasi. Lain halnya ketika kita berbisnis sendiri. Ketika kita berbisnis sendiri, menjalankan bisnis dengan dahsyat, penjualan kita meroket, maka profit pun bisa meningkat pesat.

Lantas, Mana yang Lebih Baik?

Tentu baik bagi saya belum tentu baik bagi Anda. Setiap orang punya kondisi, pengalaman dan latar belakang yang berbeda-beda. Baik bagi si A belum tentu baik juga baik bagi si B. Oleh karena itu, hanya kita sendirilah yang dapat memutuskan, mana yang lebih baik atau lebih tepat untuk kita.

Anda tidak akan pernah tahu rasanya jika Anda tidak mencoba. Mana yang lebih menguntungkan? Mana yang lebih dahsyat? Anda sendiri yang harus membuktikan. Silakan pilih salah satu jalan, masuki jalan tersebut lalu jalani pilihan Anda dengan sepenuh hati.

Uji keberuntungan Anda.

Solusinya Begini…

Akan selalu ada solusi bagi mereka yang kreatif dan mau mencoba. Solusinya adalah mulailah bisnis sedini dan seawal mungkin. Maksudnya?

Maksud saya begini. Mulailah membangun bisnis ketika usia Anda masih sangat muda. Jika ketika membaca artikel ini Anda masih SMA, masih sekolah ataupun masih di perguruan tinggi, maka mulailah bisnis sekarang juga. Semakin cepat Anda memulai bisnis, semakin cepat pula Anda bisa belajar dan mendapatkan pengalaman.

Bayangkan, ketika Anda mulai menjalankan bisnis, Anda akan mendapatkan pengalaman. Sambil sekolah/kuliah, Anda bisa mendapatkan pengalaman. Tentu pengalaman bisnis merupakan hal yang amat berharga. Siapa tahu, dengan terjun ke dunia bisnis Anda justru bisa mendapatkan penghasilan sendiri.

Nah setelah Anda lulus nanti, otomatis Anda sudah punya modal awal. Anda sudah punya ilmu, pengalaman, dan relasi. Kalaupun toh Anda akan membuka bisnis sehabis lulus kuliah/sekolah, Anda sudah jauh lebih siap. Anda jauh lebih matang.

Kalaupun Anda ingin mencoba membangun karir di perusahaan, Anda juga bisa menempuh jalur tersebut. Sembari Anda bekerja menjadi karyawan, bisnis Anda bisa tetap jalan (asalkan manajemen dan sistemnya baik).

Bagaimana membangun bisnis yang bisa berjalan otomatis dan sistemnya baik? Pelajari caranya dalam training “membangun bisnis otomatis dan tersistem dengan internet.” Training ini GRATIS dan bisa diikuti siapa saja. Tak hanya itu, Anda dapat mengikuti training dari mana pun asal terkoneksi dengan internet, sebab training ini dilakukan lewat email.

Jika Anda tertarik mengikuti training ini, silakan mendaftar secara GRATIS dengan mengisi form berikut.

Ikuti Training “Membangun Bisnis Otomatis dan Tersistem dengan Internet” – GRATIS

 

Atau bisa juga dengan mengklik gambar berikut ini.

lead ke halaman gabung newsletter

 

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *